Investinstark

Sumber Wawasan untuk Cerdas Finansial

Uncategorized

Cara Menghitung Biaya Akad Rumah Yang Harus Anda Ketahui

Memiliki rumah sendiri adalah impian besar bagi hampir setiap keluarga di Indonesia. Namun, perjalanan menuju serah terima kunci sering kali penuh dengan kejutan, terutama terkait masalah finansial. Banyak calon pembeli rumah yang sudah merasa aman setelah mengumpulkan uang muka (DP), tetapi mereka lupa bahwa ada satu tahapan krusial yang membutuhkan dana cukup besar. Tahapan tersebut adalah proses penandatanganan perjanjian kredit atau yang sering kita sebut dengan akad kredit. Memahami rincian biaya akad rumah menjadi sangat penting agar rencana keuangan Anda tidak berantakan di saat-saat terakhir.

Oleh karena itu, menyiapkan dana cadangan jauh-jauh hari merupakan langkah bijak yang harus Anda lakukan. Sering kali, nominal yang perlu Anda siapkan bisa mencapai 5% hingga 10% dari harga rumah yang Anda beli. Jika Anda tidak teliti menghitungnya, Anda mungkin akan merasa terbebani ketika bank memberikan rincian biaya tersebut menjelang hari pelaksanaan akad. Artikel ini akan mengupas tuntas komponen apa saja yang masuk ke dalam biaya tersebut agar Anda bisa lebih siap secara finansial.

Komponen Utama dalam Pengurusan Legalitas dan Administrasi Properti

Proses akad bukan hanya sekadar tanda tangan di atas materai. Terdapat berbagai pihak yang terlibat, mulai dari bank, notaris, hingga pemerintah dalam bentuk pajak.

1. Biaya Provisi dan Administrasi Bank

Saat Anda mengajukan KPR (Kredit Pemilikan Rumah), pihak bank akan mengenakan biaya jasa atas fasilitas kredit yang mereka berikan. Faktanya, biaya provisi biasanya berkisar di angka 1% dari total plafon kredit yang Anda terima. Selain itu, bank juga akan membebankan biaya administrasi untuk pengurusan dokumen internal mereka. Maka dari itu, pastikan Anda menanyakan detail biaya ini sejak awal proses pengajuan agar Anda bisa mengalokasikan dana dengan tepat. Selanjutnya, pihak bank juga mewajibkan Anda untuk membayar asuransi jiwa dan asuransi kebakaran guna melindungi aset tersebut selama masa tenor berjalan.

2. Jasa Notaris dan Pengurusan Dokumen Hukum

Notaris memegang peranan kunci dalam memastikan bahwa transaksi properti Anda sah secara hukum. Namun, jasa mereka tentu membutuhkan bayaran yang mencakup pembuatan Akta Jual Beli (AJB), Bea Balik Nama (BBN), serta pengurusan Sertifikat Hak Tanggungan (SHT). Oleh sebab itu, nominal biaya notaris ini sering kali menjadi komponen paling bervariasi tergantung pada kebijakan notaris dan nilai propertinya. Setelah berhasil menyelesaikan pembayaran di bagian ini, status kepemilikan rumah Anda akan jauh lebih aman karena sudah terdaftar secara resmi di Badan Pertanahan Nasional (BPN).

3. Pajak Perolehan Hak atas Tanah dan Bangunan (BPHTB)

Inilah komponen biaya yang biasanya memiliki nominal paling besar di antara rincian lainnya. BPHTB adalah pajak yang harus Anda bayarkan kepada pemerintah daerah atas perolehan hak properti tersebut. Selanjutnya, besaran pajak ini umumnya adalah 5% dari Nilai Perolehan Objek Pajak (NPOP) setelah dikurangi Nilai Perolehan Objek Pajak Tidak Kena Pajak (NPOPTKP). Namun, perlu Anda catat bahwa nilai NPOPTKP di setiap daerah berbeda-beda tergantung kebijakan pemerintah setempat. Setelah berhasil melunasi pajak ini, barulah proses sertifikasi bisa berlanjut ke tahap final.

Tips Menghitung Estimasi Dana untuk Pengambilan Rumah Baru

Setelah mengetahui rincian di atas, langkah selanjutnya adalah bagaimana Anda menyiasati agar dana tersebut tersedia tepat pada waktunya.

Memanfaatkan Promo “Free Biaya Akad” dari Developer

Banyak pengembang perumahan saat ini menawarkan program promosi menarik untuk menarik minat pembeli di Indonesia. Oleh karena itu, carilah perumahan yang menawarkan promo bebas biaya akad rumah atau subsidi biaya asuransi. Meskipun demikian, Anda harus tetap membaca kontrak dengan teliti karena biasanya promo ini hanya mencakup komponen tertentu saja, seperti biaya notaris atau administrasi. Setelah berhasil mendapatkan promo yang jujur dan transparan, Anda bisa mengalihkan dana yang Anda simpan untuk keperluan lain, seperti membeli furnitur atau renovasi kecil.

– Menabung Secara Khusus untuk Dana Akad

Jika Anda memilih rumah dari perorangan (second) atau pengembang yang tidak memberikan promo, Anda wajib memiliki tabungan khusus. Selanjutnya, mulailah menyisihkan dana sejak Anda pertama kali memutuskan untuk membeli rumah. Namun, jangan mencampur dana ini dengan uang muka agar Anda tidak kebingungan saat bank melakukan penagihan sebelum akad. Setelah berhasil mengumpulkan dana yang cukup, proses tanda tangan dokumen di depan notaris akan terasa lebih tenang dan menyenangkan.

Cara Memastikan Semua Biaya Transaksi Properti Sudah Sesuai

Sebelum hari pelaksanaan tiba, mintalah draf rincian biaya kepada pihak bank atau developer secara tertulis.

  • Pertama, Periksa Akurasi Angka: Pastikan tidak ada biaya tersembunyi yang belum Anda diskusikan sebelumnya. Setelah berhasil melakukan verifikasi, Anda bisa menyiapkan dana dalam bentuk transfer agar lebih praktis.
  • Kedua, Tanyakan Kejelasan Asuransi: Pahami apa saja yang dicover oleh asuransi yang Anda bayar, terutama asuransi kebakaran untuk bangunan Anda.

Meskipun demkareikian, jangan terburu-buru menandatangani dokumen jika ada poin yang belum Anda pahami sepenuhnya. Setelah berhasil mendapatkan penjelasan yang jernih, barulah Anda bisa melangkah dengan mantap menuju rumah impian Anda. Pada akhirnya, pemahaman mengenai biaya akad rumah adalah bentuk perlindungan diri Anda dari potensi stres finansial di masa depan.

Membeli rumah adalah salah satu keputusan terbesar dalam hidup, sehingga persiapan yang matang adalah kunci utamanya. Dengan memahami setiap komponen biaya yang ada, Anda telah membuktikan bahwa Anda adalah pembeli yang cerdas dan bertanggung jawab. Mari sambut hunian baru Anda dengan perencanaan keuangan yang sehat dan transparan. Jadi, apakah Anda sudah mulai menghitung estimasi dana yang Anda butuhkan untuk proses akad bulan depan?

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *